
Payakumbuh – Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh menggelar Rapat Koordinasi Pejabat Pemko Payakumbuh di Aula Ngalau Indah Lantai III Balai Kota Payakumbuh, Selasa (11/2/2025).
Rapat dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Wali kota Payakumbuh, Suprayitno, tersebut juga turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Rida Ananda, Asisten I Dafrul Pasi, Asisten III Ifon Satria Chan, Kepala OPD, Camat, dan Lurah se Kota Payakumbuh.
Suprayitno dalam sambutannya mengatakan bahwa Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 begitu jelas menerangkan perintah dimana seluruh kepala daerah, mulai dari tingkat gubernur, bupati/wali kota dapat menerapkan langkah-langkah efisiensi anggaran.
Efisiensi yang dimaksud adalah membatasi belanja untuk kegiatan yang bersifat seremonial, mengurangi belanja perjalanan dinas sebesar 50 persen, membatasi belanja honorarium, mengurangi belanja yang bersifat pendukung tidak memiliki output yang terukur.
Selanjutnya, memfokuskan alokasi anggaran belanja pada target kinerja pelayanan publik, lebih selektif dalam pemberian hibah, melakukan penyesuaian belanja APBD.
Terkait turunan intruksi presiden tersebut, Pj Wali Kota Suprayitno meminta seluruh kegiatan yang akan dilakukan oleh OPD tetap berjalan efektif dan tepat sasaran, meskipun terdapat pemangkasan anggaran dibeberapa sektor.
“Hal ini juga akan disesuaikan dengan visi-misi kepala daerah terpilih sebagai prioritas yang harus diselenggarakan,” tegas Suprayitno.
Ia juga mengajak seluruh ASN untuk mendukung kesuksesan pelantikan wali kota dan wakil wali kota terpilih yang akan diadakan pada 20 Februari 2025 mendatang di Jakarta.
“Tolong pastikan betul segala hal terkait persiapan pelantikan dan pasca pelantikan agar berjalan dengan lancar dan sukses. Mari kita rapatkan barisan dan berkomitmen bersama untuk mendukung setiap program pemerintah pusat.”
“Karena bagaimanapun keselarasan antara pemerintah pusat dan daerah sangatlah diperlukan untuk mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045,” tutur Suprayitno menutup. (Warman/Humas)