Melalui Peringatan Isra’ Mi’raj 1443 Hijriah, Wabup Natuna Ajak Jema’ah Jaga Sholat 

0
266
Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda memberikan sambutan pada peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Natuna (Foto bursakota.co.id)

Bursakota.co.id, Natuna – Melalui momentum peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda ajak masyarakat untuk selalu meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini ia sampaikan pada saat memberikan sambutan pada acara Ceramah Agama dalam rangka peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1443 H/2022 M di Masjid Agung Natuna Gerbang Utaraku, Ranai, Senin malam (28/02/2022).

Dato Rodhial Huda menjelaskan peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa yang besar bagi umat muslim karena melalui peristiwa inilah perintah Sholat 5 waktu disampaikan oleh Allah SWT kepada baginda Rasullullah SAW.

“Bagi umat Islam sholat merupakan tiang agama, tanpa sholat maka agama menjadi runtuh,” ucap Rodhial Huda.

Oleh karenanya, Dato Rodhial Huda mengajak para jemaah yang hadir untuk selalu menjaga sholat.

“Marilah kita selalu menjaga sholat, semoga apa yang kita lakukan didunia mendapatkan pahala dan ganjaran yang baik pula di akhirat kelak,” tutupnya.

Wabup Natuna Rodhial Huda bersama FKPD dan Forkopimda Natuna

Peringatan Isra’ Mi’raj ini juga berisi ceramah agama seputar perjalanan Isra’ Mi’raj dari Drs., H Raja Sofyan, Penceramah yang berasal dari Tanjungpinang itu mengupas seputar perjalanan Isra dan Miraj yang merupakan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram (Mekah) ke Masjidil Aqso (Yerussalem) hingga Sidratul Muntaha untuk mendapatkan perintah langsung dari Allah guna menunaikan kewajiban shalat lima waktu.

“Peringatan Isra’ Mi’raj ini hendaknya tidak hanya sampai di sini. Namun yang lebih penting agar selalu melaksanakan shalat lima waktu agar selama dunia akhirat,” pungkas Raja Sofyan.

Selain itu, ia juga menjelaskan, peristiwa Isra’ Mi’raj tidak bisa dikaji dengan akal pikiran saja, namun harus dengan keimanan.

“Oleh karenanya, kita sebagai umat Islam yang beriman harusnya tetap memegang teguh peristiwa ini sebagai pengingat diri betapa besarnya kuasa Allah SWT,” ucapnya.

Raja Sofyan juga memaparkan, Isra’ Mi’raj merupakan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW suatu malam sekian abad yang lalu.

Ada dua etape perjalanan, yaitu etape horizontal dari Masjidilharam di Mekah ke Masjidilaqsa di Palestina. Etape kedua adalah etape vertikal dari Masjidilaqsa ke sidratulmuntaha di langit ketujuh.

Drs., H Raja Sofyan, Penceramah yang berasal dari Tanjungpinang

Raja Sofyan menyebutkan peristiwa yang dialami Nabi Muhammad SAW itu merupakan tonggak sejarah penting dari rangkaian perjuangan Nabi dalam membangun masyarakat berkeadaban dan berkeadilan bagi seluruh umat.

“Kewajiban salat tidak hanya ditafsirkan sebagai kewajiban yang sifatnya ritual individual semata, tetapi juga sebagai wahana transformasi sosial untuk mencegah kemungkaran,” jelas Raja Sofyan.

Terlihat hadir dalam acara Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna, Boy Wijanarko, Wakil Ketua DPRD Natuna, Daeng Ganda Rahmatullah beserta anggota DPRD Natuna, Para Forkompinda, para Asisten Pemerintahan Kabupaten Natuna, Kepala OPD Pemerintah Kabupaten Natuna, Camat Bunguran Timur, Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Masyarakat.***(Advetorial)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini