Ketua DMI Kepri Silaturahmi Dengan Para Pengurus Masjid dan Masyarakat Natuna

0
111
Ket Foto : Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kepulauan Riau sekaligus Wali Kota Batam, Muhammad Rudi saat diwawancarai awak media di RM Sisi Basisir Ranai, Minggu (21/04)

Bursakota.co.id, Natuna – Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kepulauan Riau sekaligus Wali Kota Batam, Muhammad Rudi bersilaturahmi bersama masyarakat Kabupaten Natuna.

Kegiatan silaturahmi dalam rangkaian Halal Bihalal bersama masyarakat ini dilaksanakan di RM. Sisi Basisir, Kecamatan Bunguran Timur, Natuna pada Minggu (21/04/2024).

Terlihat ikut hadir dalam kegiatan Wakil Gubernur Provinsi Kepri, Hj. Marlin Agustina, Bupati Natuna, Wan Siswandi, Anggota DPRD Provinsi Kepri, Harry Yanto, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Natuna, Wan Aris Munandar.

Dalam kesempatan itu Rudi menyampaikan bahwa tugas dari ketua DMI Kepri adalah memastikan kemakmuran masjid di Provinsi Kepulauan Riau.

Menurut Rudi, tidak semua daerah mampu mendirikan rumah ibadah, maka dengan kepengurusan yang ada di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota bisa menjembatani sesuai dengan pengurus DMI Kota maupun Kabupaten itu berada.

“Berkaitan dengan kegiatan masjid, yang jelas kami menjembatani sesuai dengan pengurus DMI Kota maupun Kabupaten itu berada”, ujarnya.

Lebih lanjut Rudi berharap, selain tempat untuk sholat, berdzikir, keberadaan Masjid juga dapat berperan positif pada kehidupan manusia secara luas.

Sementara itu, Bupati Natuna, Wan Siswandi dalam sebutannya mengatakan, pihaknya pada tahun 2024 telah menganggarkan uang bantuan sebesar 7 juta rupiah untuk masjid, 5 juta rupiah untuk Musholla dan 3 juta rupiah untuk TPQ se Kabupaten Natuna.

“Namun jika berbicara untuk operasional masjid maka jumah ini masih minim,” ujarnya.

Sementara salah satu pengurus masjid se Bunguran besar yang di wakili pengurus masjid Samdatul Infak Desa Cemaga menyampaikan memang hingga saat ini beberapa masjid yang berada diluar bunguran besar masih belum tersentuh pembangunan dan bantuan dari pemerintah.

Untuk itu ia berharap seusai pertemuan ini akan ada sedikit titik terang bagaimana masjid-masjid di Natuna bisa diberikan sedikit bantuan untuk biaya operasional.

“Terutama sekali masjid-masjid di luar kota ranai, karena biasanya biaya operasional mereka diandalkan dari infak masyarakat, sedangkan masyarakat tidak terlalu ramai sehingga hasil infak hanya cukup untuk biaya listrik dan air saja,” sebutnya.

Ia berharap melalui pertemuan ini akan ada kepedulian dari dewan masjid untuk mempertimbangkan membantu masjid-masjid yang ada di Natuna.(Bk/Dika)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini